Pesta Baca Dan Dongeng Untuk Mengenalkan Buku

2 comments 517 views

Pemindahan Taman Bacaan Masyarakat Pencerah dalam pengelolaan Muhammadiyah dari kecamatan Tulungagung ke Ngunut telah berjalan lancar minggu lalu. TBM Pencerah yang telah berusia 4 tahun ini dengan berbagai pertimbangan, akhirnya pengelolaan teknis, pelayanan, dan pengembangan kegiatan literasi diamanahkan ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngunut, dengan tim eksekutifnya oleh Angkatan Muda Muhammadiyah Ngunut.

Pesta Baca Dan Dongeng ini untuk mengenalkan buku dan membaca sejak usia dini. Bersama Bunda Zakyzahra dan Humaira. (Foto: Endrita Agung W)

PCM Ngunut sendiri sejatinya sudah merintis TBM Ceria yang dalam pengelolaannya dihadapkan pada beberapa tantangan klasik, yaitu terbatasya koleksi dan sumber daya manusia. Tantangan ini jelas akan dihadapi TBM Pencerah yang saat ini bekolaborasi dengan TBM Ceria pada awal pengelolaannya.

Maka langkah-langkah berbagai jurus promosi sudah selayaknya dirancang dan secepat mungkin dilaksanakan. Diantaranya melalui pengelolaan dan pengembangan media sosial dan kegiatan-kegiatan offline yang melibatkan warga sebagai calon pemustaka potensial.

Semangat cinta buku dan membaca harus diperkenalkan sejak usia dini. (Foto: Endrita Agung W)

Sebagaimana hari ini, untuk kali pertama TBM Pencerah – Ceria (nama kolaboratif) menggelar Pesta Baca dan Dongeng Bersama Bunda Zakyzahra dan Humaira yang mengundang siswa dari 9 SD/MI dan PAUD-TK yang ada di wilayah Desa Ngunut, dimana TBM ini berada.

Ruang yang dipenuhi buku, mungkin saja hal yang baru bagi sebagian besar anak-anak. Jelas tampak dari tatapan mereka yang kaget dan takjub bercampur jadi satu. Hal baru, hingga mereka masih merasa segan untuk menyentuhnya, hingga pengelola TBM mengajaknya untuk mengambil buku yang paling mereka suka, untuk dilihat gambarnya, dan dibaca oleh sebagian anak yang telah bisa membaca.

Bermain adalah dunia belajar yang kaya nilai, mengembangkan beragam kecerdasan anak. (Foto: Tjut Zakiyah)

Sebagai pemanasan, Bunda Zakyzahra mengambil buku tentang kebiasaan burung hantu, malam hari terbangun dan tidur pada siang hari. Dimulai dengan menyanyikan lagu “Burung Hantu” dan dilanjutkan membacakan buku tentang burung hantu. Sesi ini cukup lebih memanaskan suasana yang telah hangat.

Sebelum acara puncak dengan dongeng Humaira, dimana kondisi anak-anak sudah cukup aktif, bunda memperkenalkan lagu AYO MEMBACA. Lagu ini cukup sederhana sehingga mudah sekali dihafal oleh anak-anak. Harapannya akan menjadi salah satu lagu wajib di sekolah sebagai pengingat dan penyemangat agar anak-anak dekat dan cinta dengan buku dan membaca.

Gembira cinta buku dapat dimulai dari mendengarkan dongeng dengan gembira, karena banyak dongeng didapatkan dari bacaan. (Foto: Endrita Agung W)

Begitulah, akhirnya Humaira hadir bersama dengan bunda membawakan kisah Beni Beo yang mencanangkan cita-citanya meskipun ia sempat rendah diri karena kecacatannya. Mendongeng adalah salah satu cara untuk mengenalkan TBM Pencerah, mendekatkan dan mengenalkan buku kepada (khususnya) anak-anak. Tapi sesungguhnya, orang dewasa pun menyukai dongeng dan mendengarkan dongeng.

Salam literasi.

 

Lagu “AYO MEMBACA”

Ayo buka bukumu, karena buku gudagnya ilmu

Ayo baca bukumu, karena buku jendela dunia

Agar kita jadi tahu, agar kita menjadi pintar

Karena membaca buku, membuka wawasan kita

author
Sekretaris Majelis Pustaka & Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tulungagung. Pendiri Sanggar Kepenulisan PENA ANANDA CLUB. Pegiat literasi lokal. Sekjen Relawan TIK Jatim. Ketum Relawan TIK Tulungagung, Sekretaris Blogger Tulungagung Menulis.
2 Respon
  1. author

    ibnuwajak.id12 bulan ago

    weh bunda Tjut kece badai multitalenta mengajar

    Balas
    • author
      Penulis

      Tjut Zakiyah Anshari12 bulan ago

      Lhah, siapapun bisa mendongeng lo Ibnu.
      Suatu saat kamu juga berkesempatan mendongeng entang kecintaan pada alam yang tercipta indah luar biasa ini. Mau ya? hehehe

      Balas

Tinggalkan pesan "Pesta Baca Dan Dongeng Untuk Mengenalkan Buku"