Ramadlan Dan Pesta Literasi Anak

Tidak ada komentar 942 views

Tinggal menghitung hari saja semua muslim larut dalam ibadah Ramadlan dengan limpahan nikmat yang luar biasa. Dan rupanya sudah menjadi tradisi, setiap hadirnya bulan Ramadlan selalu diikuti dengan rambatan kenaikan harga sembako dan kesibukan dalam keluarga yang terasa berlipat karena perubahan beberapa jadwal keseharian.

Nikmati Ramadlan dengan semangat dan ceria sebagai ruang belajar dan pesta literasi bagi anak-anak. (Foto: koleksi Pena Ananda Club)

Liburan pun menjadi sesuatu yang sangat dinantikan, baik di awal maupun akhir Ramadlan, bahkan kalau memungkinkan sepanjang bulan Ramadlan. Sayangnya, kadangkala kita tidak terlalu baik dalam menyiapkan “liburan” Ramadlan yang seharusnya menjadi ajang untuk lebih meningkatkan kualitas diri.

Demikian juga pada anak-anak. Liburan bulan Ramadlan belum menjadi ruang belajar dalam arti lebih kreatif, rekreatif, dan variatif. Sementara anak-anak hanyut dalam suasana liburan, para orangtua pun hanyut dengan beragam kesibukan baik ditempat kerja, menyiapkan kebutuhan keseharian puasa, bahkan sudah sibuk dengan persiapan lebaran. Tak ada pilihan lain kecuali bersama gadget sebagai teman setia sepanjang hari sebelum kemudian masuk waktunya mengaji di TPA, masjid, dan mushalla pada sore harinya.

Padahal bukan rahasia lagi, ruh ibadah Ramadlan adalah iqra’ sebagaimana ayat pertama yang turun kepada Nabi Muhammad saw di bulan Ramadlan itu juga. “Membaca” adalah perintah pertama sebelum perintah shalat, puasa, zakat, dan berhaji. Sejatinya perintah pertama inipun sudah selayaknya menjadi hal yang pertama diterima manusia begitu hadir di kehidupan dunia. Ya… membaca sebagai bagian dari kehidupan anak-anak sejak usia dini. Menerjemahkan iqra’ secara implementatif tentu berbeda bagi kelompok orang dewasa dan anak-anak.

Membaca buku lalu menyampaikannya kembali dalam bentuk dongeng, lebih mempertajam ingatan terhadap pesan cerita atau dongeng. (Foto: Koleksi Pena Ananda Club)

Pada bulan belajar ini, tentu kita berharap anak-anak kita mendapatkan banyak asupan untuk batin dan spiritualnya yang membentuk karakter dan pribadinya. Masa-masa libur sekolah sesungguhnya menjadi kesempatan bagi keluarga dan masyarakat untuk melakukan pendidikan di luar sekolah yang jauh lebih variatif dan bahkan mungkin lebih efektif.

Semisal dengan mendongeng setiap hari jelang berbuka puasa. Dongeng adalah pengganti ceramah pengajian bagi anak-anak. Cara penyampaiannya yang menyenangkan, hidup, imajinatif, dapat dengan mudah membuka pintu-pintu memori untuk diserap dan mempengaruhi pikirannya, hatinya, dan diharapkan juga perilakunya.

Usai mengaji di TPA, anak-anak langsung memberondong Taman Bacaan Masyarakat yang dikelola PENA ANANDA CLUB (Bangoan, Tulungagung) sambil menunggu datangnya buka puasa. (Foto: Koleksi Pena Ananda Club)

Selain tadarus Al Quran juga tadarus buku-buku kisah edukatif dari beragam warna. Mengupas isi buku sesuai dengan pesan yang mereka tangkap, pengalaman keseharian, dan faktor lain yang mempengaruhi pendapat mereka terhadap bacaan tersebut. Dapat juga dengan tadarus film, alias nonton film secara bersama dan kemudian membedahnya. Atau diisi dengan membuat kreasi bersama yang hasilnya dapat mengisi atau meramaikan acara keluarga di Idul Fitri.

Ramadlan sebagai bulan mulia, adalah juga bulan literasi. Dan sudah selayaknya menyenangkan bagi anak-anak untuk melatih dan belajar banyak hal untuk bekal masa depan dunia dan akhirat.

Selamat menyongsong Ramadlan 1438 H dengan semangat dan gembira.

[Tjut Zakiyah Anshari, pendiri Pena Ananda Club, Jurnalis Warga Tulungagung, dan Jurnalis Muhammadiyah]

 

author
Sekretaris Majelis Pustaka & Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tulungagung. Pendiri Sanggar Kepenulisan PENA ANANDA CLUB. Pegiat literasi lokal. Sekjen Relawan TIK Jatim. Ketum Relawan TIK Tulungagung, Sekretaris Blogger Tulungagung Menulis.
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Ramadlan Dan Pesta Literasi Anak"