THE POWER OF SHODAQOH

Tidak ada komentar 498 views

( Bagian – 1 )

Oleh : NURAINI SAICHU, M.Pd.I

Sekretaris PDM Tulungagung

MUQODDIMAH

لن تنال البر حتى تنفقوا مما تحبون وما تنفقوا من شيء فان الله به عليم

Kamu sekali-kali tidak akan sampai pada kebajikan ( yang sempurna ), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, tentang hal itu, sungguh Alloh Maha Mengetahui “    (Q.S. Ali Imron : 92)

Didalam hal pemberian, kita mengenal beberapa istilah, yaitu Zakat, Infaq dan Shodaqoh. Walaupun zakat, infaq dan shodaqoh ketiganya sama-sama bermakna mengeluarkan atau membelanjakan harta dijalan Alloh, namun masing-masing memiliki sedikit perbedaan makna. Ketiga ibadah ini dilakukan dengan cara memberikan sesuatu yang kita miliki, yang membawa manfaat bagi orang lain.

Zakat, adalah mengeluarkan harta untuk diberikan kepada yang berhak menerima dengan syarat-syarat tertentu, waktu tertentu dan dengan kadar yang telah ditentukan (nisab). Mengeluarkan zakat hukumnya wajib bagi orang mukallaf yang telah memenuhi syarat syar’iyah.

Infaq, adalah mengeluarkan sesuatu (harta) atau suatu pendapatan / income untuk suatu kepentingan yang diperintahkan dalam ajaran Islam. Infaq dikeluarkan oleh semua orang yang beriman, baik kaya maupun miskin, baik yang berpenghasilan tinggi ataupun yang berpenghasilan rendah. Infaq bisa diberikan kepada siapapun dan digunakan untuk kepentingan apapun yang tidak bertentangan dengan syari’at Islam. Dalam hal penyalurannya, infaq berbeda dengan zakat. Kalau zakat sudah ada ketentuan baku sesuai dengan kaidah fiqh (yakni disalurkan kepada delapan asnaf), tapi kalau Infaq penyalurannya tidak dibatasi sebagaimana penyaluran zakat.

Shodaqoh, adalah suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain sebagai kebajikan dengan mengharap ridho Alloh dan pahala semata. Secara syariat, shodaqoh dan infaq sama hukum dan ketentuannya. Bedanya jika infaq berkaitan dengan harta benda (materi), sedangkan shodaqoh bisa berbentuk materi atau non materi. Sebagaimana sabda Nabi SAW, jika seseorang tak mampu shodaqoh dengan harta, maka membaca tasbih, takbir, tahmid dan tahlil, berhubungan suami isteri, ber-amar ma’ruf nahi munkar adalah shodaqoh (HR. Muslim). Atau dalam Hadits yang lain dinyatakan : “Senyummu di hadapan saudaramu adalah shodaqoh bagimu”. Dengan demikian ruang lingkup shodaqoh ini lebih luas dibanding Infaq dan Zakat. Bahkan sebagain ulama’ berpendapat bahwa zakat dan infaq merupakan bagian dari shodaqoh.

KEAJAIBAN SHODAQOH

Alloh SWT telah menjanjikan bahwa manfaat (pahala) shodaqoh atau sedekah akan dilipatgandakan dari sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, sebagaimana firman-Nya :

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Alloh adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Alloh melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dikehendaki.” (Q.S. Al-Baqoroh : 261)

Dalam sebuah sabdanya, Rosululloh SAW menegaskan bentuk dan kriteria shodaqoh yang berpahala besar, sebagaimana diceritakan dalam sebuah hadist dari Abu Huroiroh: “ Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rosululloh SAW : Sedekah yang bagaimana yang besar pahalanya? Rosululloh SAW menjawab : Kamu bersedekah ketika sehat, ketika kamu sedang kikir, takut miskin, atau ketika kamu sedang berharap akan menjadi seorang yang kaya raya. Pada saat-saat seperti itu janganlah kamu lalai, bersedekahlah. Janganlah ditangguhkan sehingga nyawamu telah sampai ditenggorokan barulah kamu bagi-bagikan sedekahmu: ini untuk si Fulan, ini untuk si Fulan. Ingatlah, sesungguhnya harta itu memang untuk si fulan ”     (HR Bukhori)

Manfaat shodaqoh ini tidak hanya dinikmati oleh si penerima shodaqoh saja, tetapi faedahnya juga kembali kepada si pemberi shodaqoh, tidak hanya dinikmati di akhirat saja tapi juga akan dinikmati pada saat di dunia. Banyak sekali riwayat yang menjelaskan tentang manfaat shodaqoh bagi si pemberi shodaqoh tatkala ia masih hidup. Banyak sekali keajaiban-keajaiban yang yang dirasakan oleh orang yang gemar ber-sedekah, antara lain :

1.Shodaqoh bisa mendatangkan rizky yang lebih besar

Janji Alloh ini telah dibuktikan oleh Ali bin Abi Tholib RA. Ketika Ali sekeluarga tengah kelaparan, Fatimah menyuruh suaminya menjual selendang dan Ali menjualnya seharga enam dirham. Sepulang menjual selendang Ali bertemu dengan seorang ibu yang menggendong anaknya dan dalam kondisi kelaparan. Ali pun merasa kasihan dan memberikan uang enam dirham hasil penjualan selendang kepada ibu tersebut dan Ali pulang dengan tangan hampa. Namun ditengah perjalanan Ali bertemu dengan seseorang yang meminta tolong untuk menjualkan unta seharga empat puluh dirham. Ternyata Ali bisa menjual unta tersebut seharga seratus dirham, sehingga mendapat keuntungan enam puluh dirham. Demikianlah balasan sedekah, Alloh melipatgandakan sepuluh kali bahkan bisa lebih.

2. Shodaqoh bisa menghindarkan seseorang dari musibah

Pernah suatu hari Rosululloh SAW bersama para sahabat berpapasan dengan seorang Yahudi, kemudian Rosululloh berkata : Sesungguhnya orang Yahudi itu akan mati digigit ular di tengkuknya”. Selang beberapa waktu Yahudi tadi lewat lagi sambil memanggul setumpuk kayu bakar, ternyata ia tidak mati. Setiba di depan Rosululloh SAW, beliau menyuruh si Yahudi : “Letakkan kayu itu”. Maka Yahudi itupun meletakkan onggokan kayu bakar itu ke tanah. Ketika tumpukan kayu dibuka, tiba-tiba terlihat seekor ular yang sedang menggigit sebatang kayu. Nabi SAW pun bertanya : “Hai Yahudi, amalan apa yang telah engkau lakukan hari ini ? Orang Yahudi itu menjawab : “Aku tidak melakukan apa-apa, kecuali membawa setumpuk kayu bakar ini dan dua potong roti. Yang satu potong aku makan, sedangkan yang satu potong lagi aku berikan kepada orang miskin”. Kemudian Rosululloh SAW bersabda: “Dengan sedekah itulah Alloh menghindarkan kematianmu dari gigitan ular”.

Shodaqoh itu bisa memberikan pengaruh yang menakjubkan untuk menolak berbagai macam musibah, bala’ atau bencana, sekalipun pelakunya seorang fajir (pendosa), dzalim atau bahkan kafir sekalipun.

3. Shodaqoh bisa menjadi perantara sembuhnya penyakit

Ibnu Syaqiq bercerita, bahwa Abdullah bin Mubarak pernah ditanya seseorang tentang luka dilututnya yang terus mengeluarkan nanah sejak tujuh tahun. Dia juga suda berusaha menempuh berbagai pengobatan, namun belum sembuh-sembuh juga. Maka Ibnu Mubarak memberikan saran : “Pergilah ke sebuah perkampungan yang membutuhkan air dan buatkanlah sebuah sumur dengan harapan air bisa juga mengalir di sana dan lukamu semoga sembuh”. Orang itupun melakukan saran Ibnu Mubarak dengan membuat sumur di kampung yang sulit mendapatkan air dan subhaanalloh , luka itupun sembuh total.

Itulah keajaiban shodaqoh, sebagaimana sabda Nabi SAW : “Obatilah orang yang sakit diantara kamu dengan shodaqoh” ( HR. Baihaqi ).

Secara logika akal manusia, tidak ada hubungannya antara sembuhnya penyakit seseorang dengan perbuatan shodaqoh. Namun secara logika Illahiyah semua itu bisa terjadi karena sudah mendapatkan legalitas (SK) dari Alloh SWT melaui Rosul-Nya sebagaimana dijelaskan dalam hadits diatas. Dalam hadits lain Rosululloh SAW bersabda : “Ujian yang menimpa pada keluarga, harta, jiwa, anak dan tetangganya bisa dihapus dengan puasa, sholat, shodaqoh dan amar ma’ruf nahi munkar” (HR. Bukhori dan Muslim)

——- BERSAMBUNG ——–

Salurkan donasi ZIS anda melalui Rekening BTM An-Nuur Karangrejo, atas nama LAZISMU Tulungagung, Nomor Rekening : 5.01.100

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "THE POWER OF SHODAQOH"