Da’wah Yang Menggembirakan dan Memajukan

Menjelang pukul 6 pagi, jalan di depan Masjid Al Fatah Tulungagung mulai padat merayap dipenuhi kendaraan jama’ah pengajian Ahad (2/4) pagi yang antri untuk memarkir kendaraannya. Pagi ini sangat istimewa dengan kehadiran Dahnil Anzar Simanjuntak, SE, ME, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah sebagai pengisi pengajian rutin Ahad pertama tiap bulan. Setengah jam kemudian, seluruh jama’ah perempuan sudah membludak sampai teras terluar masjid.

Jamaah perempuan meluber hingga teras terluar Masjid Al Fatah di pengajian Ahad (2/4) pagi dengan semangat da’wah yang menggembirakan dan memajukan. (Foto: zakyzahratuga)

Tumpah ruah dengan spirit da’wah yang menggembirakan dan memajukan. (Foto: zakyzahratuga)

Dahnil membuka kupasannya ditengah ratusan jama’ah Muhammadiyah dengan QS Ali Imron ayat 103 untuk membedah kontekstual keumatan dan kebangsaan. Kondisi saat ini tak ubahnya persatuan dan kekeluargaan Anshor dan Muhajirin yang terpecah belah akibat adu domba dan fitnah kaum munafik. Dahnil memotret demikianlah kondisi umat Islam Indonesia saat ini. Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini mengajak jama’ah turut merenungkan, bagaimana mungkin umat Islam yang sudah terbiasa dengan perbedaan penafsiran ini dapat dengan mudah dipecah belah, artinya ada benih intoleransi yang tumbuh secara tidak disadari.

Dahnil Anzar Simanjutak, SE, ME, bersama PDM Tulungagung, PDPM Tulungagung, dan Kokam Muhammadiyah Tulungagung seusai pengajian. (foto: muslihmarju)

QS Ali Imron ayat 103 ini menjadi peringatan tegas cara menyikapi, karena akan selalu ada orang munafik diantara umat. “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”

Menjaga persatuan merupakan wujud taqwa dan shalih secara sosial, akhlaq yang baik, dan integritas. Karena itulah sejatinya beragama. Dahnil mengurainya dengan sejumlah peristiwa yang terjadi di Indonesia.

“Karena itu, ditengah kondisi demikian, da’wah kita sekarang ini harus dikembalikan ke mas KH Ahad Dahlan lakukan, yaitu yang menggembirakan dan memajukan. Caranya dengan kita segarkan kembali melalui gerakan tajdid,” pungkas Dahnil di penghujung pengajian.

Barisan Kokam Muhammadiyah memastikan jalan sepanjang depan Masjid Al Fatah berjalan lancar. (foto: zakyzahratuga)

Suasana usai pengajian. (Foto: zakyzahratuga)

Sementara di jalan depan masjid, puluhan Kokam (Komando Kesiap Siagaan Angkatan Muda) Muhammadiyah mengatur arus lalu lintas yang menggunakan separoh badan jalan. Usai pengajian ini, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah langsung menuju MI Muhammadiyah Kalidawir untuk meresmikannya dan mengukuhkan Kokam Muhammadiyah Tulungagung. (Tjut Zakiyah Anshari – Jurnalis Muhammadiyah Tulungagung)

author
Sekretaris Majelis Pustaka & Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tulungagung. Pendiri Sanggar Kepenulisan PENA ANANDA CLUB. Pegiat literasi lokal. Sekjen Relawan TIK Jatim. Ketum Relawan TIK Tulungagung, Sekretaris Blogger Tulungagung Menulis.
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Da’wah Yang Menggembirakan dan Memajukan"