Lebih Satu Dasawarsa Tradisi Ramadlan

Tidak ada komentar 468 views

Setiap masa selalu menghadirkan tradisi. Setiap tradisi mampu menghadirkan kerinduan, kapan masa itu akan kembali, dimana tradisi hidup kembali. Begitulah generasi remaja dan santri TPA di wilayah Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung rasakan setiap Ramadlan tiba.

Suasana tadarus generasi remaja dan santri TPA selama bulan Ramadlan. (foto: Nur Mukhlis Z)

Bersama dengan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Mirigambar, anak dan remaja ini rutin menyelenggarakan tadarus Al Quran hingga masa berbuka tiba. Mereka melaksanakannya secara bergilir dari 3 mushalla dan 3 masjid Muhammadiyah yang ada di Mirigambar.

Lazimnya anak-anak, selalu saja ada keriuhan dan celoteh ditengah-tengah waktu tadarus, pada saat kakak-kakak AMM membelajari teman-teman mereka. Namun suasana itulah yang menghangatkan dan membuat mereka betah, sebagaimana kakak-kakak mereka.

Tradisi ini telah dimulai sejak 12 tahun silam. Hikmah Amanah lah sang perintisnya. Dari sedikit menjadi bukit, dari kecil menjadi besar. Rintisan itupun akhirnya menjadi tradisi yang dirindukan.

Duapuluh menit menjelang berbuka, anak-anak dan remaja ini akan disuguhi tausiah untuk memberi bekal kehidupan mereka. Dan saat adzan Maghrib berkumandang, menjadi puncak kegembiraan mereka karena dapat berbuka puasa bersama dengan kawan-kawan.

 

Dituliskan: Tjut Zakiyah Anshari

Kontributor: Nur Mukhlis Z

author
Sekretaris Majelis Pustaka & Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tulungagung. Pendiri Sanggar Kepenulisan PENA ANANDA CLUB. Pegiat literasi lokal. Sekjen Relawan TIK Jatim. Ketum Relawan TIK Tulungagung, Sekretaris Blogger Tulungagung Menulis.
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Lebih Satu Dasawarsa Tradisi Ramadlan"