Cikal Bakal NA Sumbergempol

Tidak ada komentar 685 views

NA Sumbergempol (Tulungagung) tempo dulu dengan pendiri Moerdijati (sebelah kanan papan tulis) dan Moerdjatun (sebelah kiri papan tulis). (Foto: dokumentasi keluarga Imam Moedjono)

Sekitar tahun 1964, pengurus Muhammadiyah Kabupaten Tulungagung mendapat bantuan beberapa mubaligh untuk dakwah di pedesaan sekaligus sosialisasi organisasi Muhammadiyah. Ketika itu untuk desa Mirigambar termasuk lokasi sasaran dakwah tersebut. Kebetulan di Mirigambar saat itu memang sudah terdapat kader dan simpatisan Muhammadiyah.

Adapun mubaligh yang ditugaskan untuk berdakwah di desa ini adalah Basyirudin. Beliau mendapa tugas dakwah di Mirigambar kurang lebih 10 hari atau hampir 2 pekan.

Sasaran dakwah kelompoknya adalah generasi remaja dan jamaah masjid yang ada di pekarangan Carik Mirigambar, tepatnya disekitar rumah Moedjono. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pengajian remaja masjid, terutama yang putri, pesertanya kurang lebih sebanyak 30 orang.

Pelaksanaan pengajian ini secara klasikal, dengan materi mengenai kemuhammadiyahan, praktek shalat 5 waktu berjamaah, berdoa berdoa, akhlaq, tata cara berpakaian Islami dan lain-lain.

Kegiatan pengajian ini berdampak tumbuh semangat dalam mengamalkan ajaran Islam sesuai dengan paham Muhammadiyah. Sebelum kehadiran mubaligh yang bertugas di Mirigambar, memang sudah ada warga yang beribadah sesuai amaliyah Muhammadiyah, sehingga dengan hadirnya mubaligh tersebut semakin memantabkan dalam berdakwah melalui pergerakan Muhammadiyah.

Pasca kehadiran mubaligh tersebut, atas prakarsa kader utama Murdijati dan Murdijatun, bersama jamaah remaja putri masjid Carik Mirigambar, kemudian mendklarasikan berdirinya NA (Nasyiatul ‘Aisyiyah) Mirigambar, kecamatan Sumbergempol. Kedua inisiator itu adalah kakak beradik putra dari tokoh Muhammadiyah di Mirigambar, yaitu H. Moedjono.

Berdirinya kepengurusan NA di desa ini menandai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah ada di Mirigambar, selain organisasi induknya, Muhammadiyah. Tokoh utama pergerakan Muhammadiyah di desa ini adalah H. Imam Moedjono, yang kebetulan pernah menjabat sebagai perangkat desa, yaitu Carik dan Kepala Desa. Hampir separuh hidupnya, kurang lebih 40 tahun dihabiskan mengabdi untuk desa Mirigambar.

Sampai saat ini warga dan simpatisan Muhammadiyah di Mirigambar kurang lebih 1.200 orang.

[Penulis: Nur Mukhlis Z – PCM Sumbergempol]

author
Sekretaris Majelis Pustaka & Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tulungagung. Pendiri Sanggar Kepenulisan PENA ANANDA CLUB. Pegiat literasi lokal. Sekjen Relawan TIK Jatim. Ketum Relawan TIK Tulungagung, Sekretaris Blogger Tulungagung Menulis.
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Cikal Bakal NA Sumbergempol"