JIHAD DIGITAL DITENGAH SERBUAN HOAX

Tidak ada komentar 374 views

Blitar, 26/3 — Tabayyun, sikap yang harus dimiliki oleh para pembuat dan penyebar berita, termasuk jurnalis dan warga Muhammadiyah. Hidayatur Rahman, Ketua PDM Kabupaten Blitar, mengantar kajian Ahad (26/3) pagi PDM Kabupaten Blitar di Masjid Pojok, Garum, Blitar. Kajian ini merupakan rangkaian dari workshop untuk membekali para mujahid di dunia maya agar tidak terjebak dalam lingkaran berita palsu dan pelanggaran UU ITE.

Peserta kajian Muhammadiyah Ahad pagi kupas jihad digital ditengah serbuan hoax. (Foto: Asakita Ahmad)

Era informasi ditandai dengan perkembangan teknologi yang memudahkan setiap orang memroduksi dan memublikasi informasi, serta mendapatkan dan menyebar ulang informasi dari pihak lain. “Sayangnya, kemajuan teknologi komunikasi dan informasi ini belum diikuti tradisi berkemajuan di masyarakat,” tukas H. Najib Hamid, Wakil Ketua PWM Jawa Timur mengisi kajian Ahad pagi yang bertajuk “Membangun Mujahid Digital Yang Berkemajuan”. Salah satu ciri ketidak siapan masyarakat kita adalah mengabaikan sikap tabayyun. “Pesan utama dalam surat Al Hujurat ayat 6 yang disampaikan pembawa acara tadi adalah kode etik jurnalistik, tabayyun. Dan menyebarkan berita palsu itu dosa besar,” sambung Hamid dengan nada tegas.

Di era ini semua orang dapat mengelola media alternatif atau media sosial yang menurut Najib warga Muhammadiyah wajib menguasai untuk da’wah. Media baru ini selain akan memperluas jangkauan da’wah dan juga meluaskan komunikasi sehingga warga menjadi mujahid yang luwes dan mampu mengembangkan sikap toleransi. Selain tabayyun, sikap toleransi inilah yang menurut Najib diperlukan untuk memerangi hoax dan menjalankan da’wah.

MPI PDM Tulungagung hadir menjadi bagian dari gerakan jihad digital ditengah serbuan hoax. (Foto: Asakita Ahmad)

Kajian Ahad pagi ini merupakan rangkaian Workshop Pengelolaan Website dengan menghadirkan lintas majelis di PDM Kabupaten Blitar, PCM, serta MPI dari PDM Kab/Kota sekitar Blitar. Sekitar 50% dari kurang lebih 90 yang hadir, termasuk MPI PDM Tulungagung, melanjutkan untuk mengikuti workshop dengan nara sumber pertama Ahmad Faizin Karimi. (tjut zakiyah — jurnalis Muhammadiyah Tulungagung)

 

author
Sekretaris Majelis Pustaka & Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tulungagung. Pendiri Sanggar Kepenulisan PENA ANANDA CLUB. Pegiat literasi lokal. Sekjen Relawan TIK Jatim. Ketum Relawan TIK Tulungagung, Sekretaris Blogger Tulungagung Menulis.
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "JIHAD DIGITAL DITENGAH SERBUAN HOAX"